Jumat, 04 Mei 2012

Tugas PKTI2B-Sistem Operasi Unix

Diposting oleh Mutia Azila di 09.52 0 komentar
  1.      Lapisan-Lapisan Sistem Unix


  • Lapisan yang paling dalam adalah komputer dan piranti pendukungnya, seperti disk, tape, printer dan lain-lain.
  • Di seputar perangkat keras tersebut terdapat sejumlah program yang menangani secara detail seperti sumber daya computer,mengorganisir system file,mengurus disk dan tape.Lapisan ini kita sebut kernel dimana kernel ini adalah otak dari sestem operasi.
  • Kernel menyediakan lapis dukungan, yaitu berupa program utilitas. Utilitas berfungsi untuk melakukan akses sistem bagi pemakai. Utilitas-utilitas yang agak sederhana dapat dikombinasikan dengan memakai fasilitas pemipaan.
  • Lapis teluar dari sistem UNIX adalah shell. Shell merupakan penghubung antara pemakai dansistem. Bila pemakai mengetikkan sebuah perintah, shell menerjemahkan perintah tersebut dan mengatakan kepada kernel apa yang harus dilakukan. Sesungguhnya shell merupakan bagian dari utilitas. Namun karena kerumitannya dan fungsinya yang sedikit unik, maka shell cenderung dianggap sebagai lapis terpisah.

2.     Kemampuan Sistem Operasi Unix
a.     MultiUser
Sistem dapat digunakan oleh lebih dari satu orang pada satu saat. Tentunya untuk melakukan hal ini harus digunakan lebih dari satu terminal yang dihubungkan. Selanjutnya, kita dapat memakai file, program bahkan piranti-piranti yang terhubung dengan komputer secara bersamaan
b.    MultiTasking
Sistem dapat melakukan  beberapa tugas atau proses pada waktu bersamaan. Dengan demikian seseorang dapat memiliki satu proses yang sedang berkomunikasi langsung dengan terminal, tetapi juga memiliki proses lain dengan prioritas yang lebih rendah.
c.      Sistem File
Organisasi file di UNIX memiliki struktur pohon (tree) yang terdiri dari file dan direktori. Struktur tersebut diawali oleh akar (root) sebagai awal dari seluruh direktori yang ada. Karakteristik dari sistem file UNIX antara lain:
  • Konsisten dalam memproses data dan peralatan.
  • Pertumbuhan file dan direktori secara dinamis.
  • Dilengkapi dengan proteksi.
d.    Jaringan
Pemakai UNIX dapat berhubungan dengan pemakai lain dalam satu komputer (hubungan antar terminal). Disamping itu pemakai UNIX juga dapat berkomunikasi dengan pemakai lain pada komputer lainnya dalam satu jaringan lokal atau LAN. Bahkan pemakai UNIX dapat berhubungan dengan pemakai lain pada jaringan lain dalam lingkup jaringan luas atau WAN. Data ditransfer dari PC ke UNIX, UNIX ke UNIX, dan UNIX ke mesin atau komputr lain melalui:
  • Kabel komunikasi langsung RS232 (serial comm)
  • Ethernet
  • Dial up modem, leased line, public switched data network.
e.      Shell
Shell merupakan antar muka pemakai dengan sistem UNIX. Shell memiliki kemampuan menterjemahkan perintah-perintah untuk dilaksanakan oleh kernel UNIX. Disamping itu, shell memiliki kemampuan sebagai bahasa pemrograman.
f.      Utilitas-utilitas
UNIX juga memiliki lebih dari 200 utilitas yang dapat digunakan untuk mengelola sistem. UNIX memiliki sejumlah utilitas yang agak sederhana yang dapat dikombinasikan dengan memakai pipa dan filter.
g.     Surat Elektronik
UNIX dilengkapi dengan fasilitas untuk pengiriman surat antar pemakai di lingkungan sistem UNIX.
h.    Konsep Perangkat Keras
Perangkat keras yang terhubung pada sistem  UNIX akan dianggap sebagai file biasa. UNIX tidak membedakan antara perangkat keras dan file biasa. UNIX mengenal keyboard sebagai masukan standard dan layar terminal sebagai keluaran standard.
i.       Komunikasi antar Proses
Keluaran dari suatu proses langsung oleh proses lainnya.
j.       Keamanan
UNIX menyediakan fasilitas keamanan untuk pemakai biasa, pengembang sistem dan administrator sistem serta jaringan sistem. Proteksi dilakukan melalui password (login), perijinan file dan direktori, enkripsi data, usia password otomatis, shell terbatas dan identifikasi jaringan.

3.      Otoritas masing-masing pemakai sistem operasi Unix atau Linux
  • Superuser          : pemakai dengan wewenang/otoritas tertinggi yang dapat melakukan apa saja terhadap sistem 
  • Pemakai biasa   : pemakai yang mempunyai hak akses terbatas terhadap home direktori masing-masing.

4.      Perintah-Perintah di Unix atau Linux berserta Contohnya
a.     CP (copy directory): Perintah ini digunakan untuk membuat salinan dari sebuah file.
Contoh: :
#cp/home/mutia/contoh.txt/home/idan/test
Pada contoh diatas file contoh.txt yang ada dalam direktori /home/mutia dipindahkan ke direktori /home/mutia/test.
b.     Mv (Move): Perintah ini sama digunakan untuk memindahkan suatu file dari suatu direktori ke direktori lainnya.
contoh:
#mv /home/mutia/contoh.txt /home/mutia/test
Pada contoh diatas file contoh.txt dipindahkan dari direktori /home/dewi ke direktori home/mutia/test
selain itu, selain digunakan untuk memindahkan file perintah mv juga bisa digunakan untuk memindahkan sekaligus mengganti nama file tersebut
contoh:
#mv /home/mutia/contoh.txt /home/mutia/test/latihan.txt
Pada contoh diatas file contoh.txt dipindahkan ke direktori /home/dewi/test/ sekaligus diganti namanya dari contoh.txt menjadi latihan.txt
c.      Ls (List): Perintah ini untuk mengetahui isi dari sebuah direktori. Perintah ini hampir sama dengan perintah dir pada comment prompt.
Contoh:
#pwd
/home/mutia/test
#ls
text.doc
Pada contoh diatas ketika kita mngetikkan perintah #ls berarti akan menampilkan isi dari direktori test.
d.     Cd.. : Sebenarnya perintah ini hampir sama seperti diatas bedanya ketika mengetikkan perintah cd.. maka kita akan berpindah direktori ke atasnya.
Contoh:
 #pwd
/usr/local
#cd..
#pwd
/usr
e.      Cd (Change Direktori): Perintah ini artinya “change directory” digunakan untuk berganti direktori.
Contoh:
#pwd
/home/mutia
#cd/usr/local
#pwd
/usr/local
Pada contoh diatas mulanya kita berada pada direktori /home/dewi, kemudian setelah kita mengetikkan perintah #cd/usr/local maka kita berpindah ke direktori /usr/local.

5.      Contoh direktori menggunakan perintah UNIX/LINUX
iduser@nama_server[lokasi directory]#
root@gunadarma [/] #
root@gunadarma [/] # cd /home
root@gunadarma [/home] # mkdir UNIVERSITAS
root@gunadarma [/home] # cd UNIVERSITAS
 root@gunadarma [/home/UNIVERSITAS] # mkdir FILKOM
 root@gunadarma [/home/UNIVERSITAS] # cd FILKOM
 root@gunadarma [/home/UNIVERSITAS/FILKOM] # mkdir SI
 root@gunadarma [/home/UNIVERSITAS/FILKOM] # mkdir SK 
 root@gunadarma [/home/UNIVERSITAS/FILKOM] # cd..
 root@gunadarma [/home/UNIVERSITAS] # mkdir FE
 root@gunadarma [/home/UNIVERSITAS] # cd FE
 root@gunadarma [/home/UNIVERSITAS/FE] # mkdir AK
 root@gunadarma [/home/UNIVERSITAS/FE] # mkdir MA
 root@gunadarma [/home/UNIVERSITAS/FE] # cd..
 root@gunadarma [/home/UNIVERSITAS] # mkdir FTI




PENGANGGURAN DAN INFLASI

Diposting oleh Mutia Azila di 09.08 0 komentar
Pengangguran Dan Inflasi

STRATEGI PEMBANGUNAN DENGAN PEMERATAAN

Diposting oleh Mutia Azila di 08.55 0 komentar
Strategi Pembangunan Dengan Pemerataan Tugas Sofskill

Kamis, 15 Maret 2012

Sistem Ekonomian Pasar Dan Sistem Ekonomian Campuran

Diposting oleh Mutia Azila di 08.29 0 komentar
SISTEM EKONOMIAN PASAR (LIBERALIS) DAN
SISTEM EKONOMIAN CAMPURAN
Nama: Mutia azila
Kls: 1EB05
NPM: 25211046

      Sistem Ekonomi, mungkin kata ini sudah sangat tidak asing bagi masyarakat luas. Namun apakah arti dari Sistem Ekonomi itu ? Sistem ekonomi merupakan perpaduan dari aturan–aturan atau cara–cara yang menjadi satu kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam perekonomian. Hal ini mencakup seluruh proses dan kegiatan masyarakat dalam usaha memenuhi kebutuhan hidup atau mencapai kemakmuran.

Elemen dari suatu Sistem Ekonomi mencangkup beberapa hal yaitu :
  1. Unit-unit ekonomi seperti: rumah tangga, perusahaan, serikat buruh, instansi pemerintah dan lembaga-lembaga lain yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi.
  2. Pelaku-pelaku ekonomi seperti: konsumen, produsen, buruh, invstor dan pejabat-pejabat yang terkait.
  3. Lingkungan Sumber Daya Alam (SDA) Dan Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber Daya Kapital (SDK), Sumber Daya Teknologi (SDT).

Sistem ekonomi dapat berfungsi sebagai :
A.    Sarana pendorong untuk melakukan produksi
B.     Cara atau metode untuk mengorganisasi kegiatan individu
C.     Menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi barang dan jasa terlaksana dengan baik.
D.    Macam-Macam Sistem Ekonomi

A.    Sistem Ekonomi (Pasar) Liberal
Adam Smith dalam bukunya yang berjudul An Inquiry into the Nature dan Causes of The Wealth of Nation (1776) juga menunjukkan bahwa kemakmuran bangsa akan terjamin jika setiap orang diberikan kebebasan untuk menentukan sendiri apa, berapa, di mana, dan bagaimana melakukan kegiatan ekonomi. Sistem ekonomi liberal disebut juga sistem ekonomi pasar bebas atau sistem ekonomi laissez faire. Sistem ekonomi liberal adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan sepenuhnya dalam segala bidang perekonomian kepada masing-masing individu untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Filsafat atau ideologi yang menjadi landasan kepada sistem ekonomi liberal adalah bahwa setiap unit pelaku kegiatan ekonomi diberi kebebasan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang akan memberikan keuntungan kepada dirinya,

Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :
1.      Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal
2.      Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya
3.      Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba
4.      Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta)
5.      Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar
6.      Persaingan dilakukan secara bebas
7.      Peranan modal sangat vital

Kelebihan Sistem Ekonomi Pasar yaitu :
1.      Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi
2.      Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi
3.      Munculnya persaingan untuk maju
4.      Barang yang dihasilkan bermutu tinggi
5.      Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba

Kekurangan dari sistem ekonomi pasar  :
1.      Persaingan bebas ang tidak sehat antar masyarakat
2.      Terjadi Jurang pemisah antara si kaya dan si miskin
3.      Banyak terjadi monopoli masyarakat
4.      Pemerataan pendapatan yang sulit akibat persaingan bebas yang tidak sehat.

B. Sistem Ekonomi Campuran
      Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang lahir akibat gabungan dari sistem ekonomi liberal dan sosialisme. Kebaikan dan keburukan dari sistem ini merupakan kesimpulan dari sistem ekonomi liberal dan sosialisme . Tidak semua negara cocok dengan sistem ekonomi campuran ini. Sistem ekonomi mcampuran merupakan sistem ekonomi yang merupakan alternative paling baik dan berada di tengah-tengah dari sitem ekonomi liberalisme dan sosialisme. Beberapa negara yang menganut sistem ini adalah; Afrika, Amerika Latin dan Indonesia. Sistem ekonomi campuran merupakan campuran atau perpaduan antara sistem ekonomi liberal dengan sistem ekonomi sosialis. Pada sistem ekonomi campuran pemerintah melakukan pengawasan dan pengendalian dalam perekonomian, namun pihak swasta (masyarakat) masih diberi kebebasan untuk menentukan kegiatan-kegiatan ekonomi yang ingin mereka jalankan. Adanya campur tangan dari pemerintah bertujuan untuk menghindari akibat-akibat yang kurang menguntungkan dari sistem liberal, antara lain terjadinya monopoli dari golongan-golongan masyarakat tertentu terhadap sumber daya ekonomi.

Ciri dari sistem ekonomi campuran adalah :
  1.   Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat
  2. Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah
  3. Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
  4. Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan komando dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Kebaikan sistem ekonomi campuran
1.      Kebebasan berusaha
2.      Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas
3.      Lebih mementingkan umum dari pada pribadi

Kelemahan sistem ekonomi campuran
1.      Beban pemerintah berat dari pada beban swasta
2.      Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan


Sumber:
  • http://stevenhamonangan.blogspot.com/2011/02/mengenal-sistem-perekonomian-di-dunia.html 
  • http://amuhni.blogspot.com/2011/02/sistem-perekonomian.html
  • http://thinkquantum.wordpress.com/2009/12/08/pengertian-sistem-ekonomi/
  • http://zonaekis.com/kebaikan-sistem-ekonomi-sosiali

Perkembangan Sistem Ekonomi Sebelum Orde Baru

Diposting oleh Mutia Azila di 08.19 0 komentar
Perkembangan Sistem Ekonomi
Sebelum Orde Baru

Nama: Mutia Azila
KLS: 1EB05
NPM: 25211046

Saat masih dalam penjajahan, perekonomian Indonesia dikuasai oleh negara asing(penjajah). Saat masa penjajahan Belanda, VOC didirikan untuk memonopoli perdagangan di Indonesia. VOC memiliki Hak Octrooi, yang berisi :
·         Hak mencetak uang
·         Hak mengangkat dan memberhentikan pegawai
·         Hak menyatakan perang dan damai
·         Hak untuk membuat angkatan bersenjata sendiri
·         Hak untuk membuat perjanjian dengan raja-raja
Oleh karena itu, pada saat Belanda menjajah Indonesia, perekonomian Indonesia dikuasai Belanda sepenuhnya.

Sejak negara republik Indonesia berdiri sudah banyak tokoh-tokoh negara yang telah merumuskan perekonomian yang tepat bagi bangsa Indonesia, baik secra individu maupun melalui diskusi kelompok.
Sebagai contoh, Bung Hatta sendiri, semasa hidupnya mencetuskan ide, bahwa dasar perekonomiaan Indonesia yang sesuai dengan cita-cita tolong-menolong adalah koperasi, namun bukan berarti semua kegiatan ekonomi harus dilakukan secara koperasi.
Demikian juga dengan tokoh ekonomi Indonesia saat ini, Sumitri Djojohadikusumo, dalam pidatonya di Amerika tahun 1949 menegaskan bahwa yang dicita-citakan adalah ekonomi semacam campuran tetapi telah disepakati suatu bentuk ekonomi baru yang dinamakan sebagai sistem ekonomi pancasila yang didalamnya mengandung unsur penting yang disebut demokrasi ekonomi.
Terlepas dari sejarah yang akan menceritakan yang akan mencerminkan keaadaan yang sesungguhnya pernah terjadi di Indonesia, maka menurut UUD’45, sitem perekonomian Indonesia tercemin dalam pasal-pasal 23,27, 33 dan 44.
Demokrasi ekonomi dipilih, karena memiliki ciri-ciri yang positif diantaranya adalah :
  • Perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan.
  • Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  • Wraga negara memiliki kebebasan dalam meilih pekerjaan yang dikehendakinya serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
  • Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatnanya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
  • Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
  • Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
Sistem perekonomian di Indonesia sangat menentang adanya system Free Fight Liberalism, Etatisme (Ekonomi Komando) dan Monopoli, karena system ini memeang tidak sesuai dengan system ekonomi yang di anut Indonesia (bertentangan).
Dengan demikian perkonomian Indonesia tidak mengizinkan adanya :
  1. Free fight liberalism, yaitu adanya suatu kebebasan usaha yang tidak terkendali sehingga memungkinkan terjadinya eksploitasi kaum ekonomi yang lemah dan terjajah dengan akibat semakin bertambah luasnya jurang pemisah si kaya dan si miskin.
  2. Etatisme, yaitu keikutsetaan pemerintah yang terlalu dominan sehingga mematikan motivasi dan kreasi masyarakat untuk berkembang dan bersaing secara sehat. Jadi masyarakat hanya bersikap pasif saja
  3. Monopoli,suatu bentuk pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok tertentu, sehingga tidak memberikan pilihan lain pada konsumen untuk tidak mengikuti keingian sang monopoli. Disini konsumen seperti robot yang diatur untuk mengikuti jalannya permainan.
Meskipun awal perkembangan pereokonomian indonesia menganut sistem ekonomi pancasila. Ekonomi demokrasi dan mungkin ‘campuran’ namun bukan berarti sistem perokonomian libelaris dan etatisme tidak pernah terjadi di Indonesia. Awal tahun 1950-an sampai dengan tahun 1957-an merupakan bukti sejarah adanya corak libelaris dalam perekonomian Indonesia. Demikian juga dengan sistem etatisme, pernah juga mewarnai corak pereonomian di tahun 1960-an sampai masa orde baru. Faktor-faktor penyebab beberapa sistem perekonomian Indonesia adalah :
  • Program tersebut disusun oleh tokoh yang relatif bukan bidangnya, namun oleh tokoh politik, sehingga keputusan yaang dibuat cenderung menitik beratkan pada masalah politik bukan masalah ekonomi.
  • Akibat lanjutan dari kegagalan diatas dana negara yang seharusnya di alokasikan untuk kepentingan kegiatan ekonomi justru di alokasikan untuk kepentingan politik dan perang.
  • Adanya kecenderunagn terpengaruh untuk mennggunakan sistem perekonomian yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia.
Akibat yang ditimbulkan dari sistem etatisme yang pernah terjadi di indonesia pada periode tersebut dapat dilihat pada bukti berikut :
1.      Semakin rusaknya sarana produksi dan komunikasi yang membawa dampak menurunnya nilai eksport kita.
2.      Hutang luar negeri yang justru dipergunakan untuk proyek mercu suar

Keadaan ekonomi Indonesia antara tahun 1950- 1965an sebenarnya telah di isi dengan beberapa program & rencana ekonomi pemerintah. Di antara program-program tersebut adalah:
  • Gunting Syarifuddin, yaitu pemotongan nilai mata uang (sanering) untuk mengurangi jumlah uang yang beredar agar tingkat harga turun.
  • Program Benteng (Kabinet Natsir), yaitu upaya menumbuhkan semangat berwirausaha para pengusaha pribumi dan mendorong importir nasional agar bisa bersaing dengan perusahaan impor asing dengan membatasi impor barang tertentu dan memberikan lisensi impornya hanya kepada importir pribumi serta memberikan kredit pada pengusaha pribumi agar nantinya dapat berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi nasional. Namun usaha ini gagal karena sifat pengusaha pribumi yang cenderung konsumtif dan tak bisa bersaing dengan pengusaha non-pribumi.
  • Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia pada 15 Desember 1951 lewat UU no.24 th 1951 dengan fungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi.
  • Sistem ekonomi Ali-Baba (kabinet Ali Sastroamijoyo I) , yaitu penggalangan kerjasama antara pengusaha Cina dan pengusaha pribumi. Pengusaha non-pribumi diwajibkan memberikan latihan-latihan kepada pengusaha pribumi. Pemerintah menyediakan kredit dan lisensi bagi pengusaha swasta nasional. Program ini tidak berjalan dengan baik karena pengusaha pribumi kurang berpengalaman sehingga hanya dijadikan alat untuk mendapatkan bantuan kredit dari pemerintah.
  • Pembatalan sepihak atas hasil perjanjian KMB, termasuk pembubaran Uni Indonesia-Belanda. Akibatnya banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya sedangkan pengusaha – pengusaha pribumi belum bisa mengambil alih perusahaan – perusahaan tersebut.
Walaupun demikian, semua program & rencana tersebut tidak memberikan hasil yang berarti bagi perekonomian Indonesia. Beberapa factor yang menyebabkan kegagalan adalah:
  • Program-program tersebut disusun oleh tokoh-tokoh yang relative bukan di bidangnya, namun oleh tokoh politik, dengan demikian keputusan-keputusan yang dibuat cenderung menitikberatkan pada masalah politik, bukan masalah ekonomi.
  • Kelanjutan dari akibat di atas, dana negara yang seharusnya di alokasikan untuk kepentingan kegiatan ekonomi, justru di alokasikan untuk kegiatan politik & perang
  • Faktor berikutnya adalah terlalu pendeknya masa kerja setiap kabinet yang dibentuk (setiap parlementer saat itu). Tercatat tidak kurang dari 13x kabinet yang berganti pada ssat itu. Akibatnya program-program & rencana ekonomi yang telah disusun masing-masing kabinet tidak dapat dijalankan dengan tuntas.
  • Disamping itu program & rencana yang disusun kurang memperhatikan potensi & aspirasi dari berbagai pihak. Selain itu, putusan individu & partai lebih di dominankan daripada kepentingan pemerintah & negara.
  • Cenderung terpengaruh untuk menggunakan sistem perekonomian yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia (liberalis, 1950- 1957) & etatisme (1958- 1965)

Akibat yang ditimbulkan dari system etatisme yang pernah ‘terjadi’ di Indonesia pada periode tersebut, dapat dilihat dari bukti-bukti berikut:
  • Semakin rusaknya sarana-sarana produksi & komunikasi, yang membawa dapak menurunnya nilai ekspor kita.
  • Hutang luar negeri yang justru dipergunakan untuk proyek ‘Mercu Suar’
  • Defisit anggaran negara yang makin besar & justru ditutup untuk mencetak uang baru, sehingga inflasi yang tinggi tidak dapat di cegah kembali.
ü     Keadaan tersebut masih di perparah dengan laju pertumbuhan penduduk sebanyak 2,8% yang lebih besar dari laju pertumbuhan ekonomi saat itu yakni 2,2%

ERA ORDE LAMA ( 194_ - 1966 )
Perekonomian berkembang kurang menggembirakan :
  • Kehidupan politik tidak stabil ( pergantian kabinet )
  • Defisit anggaran belanja negara terus meningkat ( cetak uang baru > inflasi - sejak 1955- )
  • Nasionalisasi perusahaan asing - 1951 / 1958 ( UU No 78 / 1958 tentang Investasi Asing > tutupnya Bursa Efek Jakarta > pelarian kapital )
  • Hilangnya pangsa pasar ( gula, karet alam dll ) dalam perdagangan internasional ( ekspor < 10% PDB > neraca pembayaran tertekan > depresiasi rupiah )
  • Kejanggalan sistem moneter ( Bank merupakan hasil nasionalisasi termasuk BI ( De Javasche bank ), BI ( 1953 ) berfungsi : (1) menstabilkan nilai mata uang (2) mengatur sirkulasi uang (3) mengawasi dan mengembangkan perbankan dan kredit, memasok kredit / premi kepada pemerintah sebesar 30% dari penerimaan pemerintah - 1957/58, sistem pengendalian kurs.
Sumber:
1.      http://www.oocities.org/hri_d/MataKuliah/PI.html
2.      http://putrimarchela.blogspot.com/2011/03/sejarah-ekonomi-indonesia-sejak-orde.html
3.      http://immanueladmin.blogspot.com/2011/10/v-behaviorurldefaultvmlo.html
4.      http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/perekonomian_indonesia
5.      http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/02/sistem-perekonomian-indonesia-19



Kamis, 22 Desember 2011

SERTIFIKAT

Diposting oleh Mutia Azila di 01.04 0 komentar
 

' Mutia Azila Sweet Cupcake Designed by Ipietoon